Game FIFA Milik EA Sports Digugat Pengacara Prancis

Para player mempertaruhkan uangnya tanpa jaminan menerima card yang bagus.

12 Feb 2020

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

Gugatan dari dua pengacara Prancis telah diajukan kepada Electornic Arts (EA) Sports selaku pengembang game FIFA 20, mereka mengklaim bahwa mode Ultimate Team (FUT) di dalamnya merupakan sebuah perjudian.

Berdasarkan laporan surat kabar L’Equipe via SportBible, disebutkan bahwa Karim Morand-Lahouazi dan Victor Zagury menuntut EA atas mekanisme mode FUT pada game. Fitur Ultimate Team di FIFA 20 dan FIFA 19 ini menyediakan sejumlah pemain yang harus dibeli lewat skema microtransaction.

Ketika para player membelinya, mereka akan mendapatkan imbalan sebuah lootbox dengan kemungkinan memperoleh pemain yang statistiknya serta keterampilannya jauh lebih baik. Yang menjadi persoalan di sini bukan terkait skema “pay-to-win” namun pada dasarnya para player mempertaruhkan uangnya tanpa jaminan menerima card yang bagus.

“Dalam permainan ini, semua orang ingin memiliki tim impian untuk melangkah sejauh mungkin. Klien saya menghabiskan €600 (sekitar Rp9 Juta) dalam lima bulan tanpa pernah mendapatkan pemain yang bagus. Para pengembang mode permainan ini telah menciptakan sistem ilusi dan khususnya adiktif," kata Zagury, sebagaimana diterjemahkan SportBible.

Lebih lanjut, Zagury menjelaskan bahwa semakin banyak player membayar, semakin besar kemungkinan mendapatkan pemain bagus. Kedua pengacara itu percaya jika mekanisme judi telah diintegrasikan ke dalam permainan ini karena membeli pack card untuk FUT tidak lebih dari taruhan.

“Ini adalah logika kasino yang telah memasuki rumah mereka. Saat ini, seorang remaja berusia 11 atau 12 tahun, tanpa batasan apa pun, dapat bermain mode FUT dan menghabiskan uangnya karena tidak ada sistem kontrol orang tua dalam mode ini. Belgia dan Belanda sudah membahas masalah ini.” Pungkasnya.

Para pengacara ini berharap mendapatkan penjelasan komperhensif mengenai bagaimana kalkulasi peluang dari lootbox, mengingat EA Sports hampir selalu mengemas skema microtransaction agar bisa terus mengeruk keuntungan. Dan Belgia sudah melarang keberadaanya karena dinilai sebagai bentuk perjudian.

Dalam kontroversi yang sedang berlangsung seputar lootbox, yang dimulai dengan protes atas game besutan EA lainnya yakni Star Wars: Battlefront II, beberapa lembaga pemerintahan di Prancis, dan politisi mereka mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap pengembang.

Ikuti perkembangan turnamen IGL Big League Season 2 dengan total hadiah Rp. 260 Juta lewat aplikasi resmi IGL yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store. Kemudian, pantau terus kabar lebih lanjut kompetisi ini di akun Instagram IGL.