Sejumlah Pelaku Esports dan Industri Game Pendukung Gerakan Black Lives Matter

Setelah tragedi kematian George Floyd di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter (BLM) pun menguat seiring waktu.

17 Jun 2020

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

Semangat perlawanan menentang rasisme ataupun kekerasan sistemik terhadap orang-orang kulit hitam menjalar ke mana-mana, setelah tragedi kematian George Floyd di Amerika Serikat beberapa waktu lalu, dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter (BLM) pun menguat seiring waktu.

Belakangan ini, diketahui sejumlah pelaku esports dan industri game ikut menentukan sikapnya melancarkan dukungannya kepada BLM, tentu diaplikasikan sesuai caranya masing-masing, namun tujuannya tetap sama.

Kalau kalian ingin mengetahui siapa-siapa saja pelaku esports dan industri game yang bersimpati terhadap aksi protes melawan rasisme dan kekerasan sistemik terhadap orang-orang kulit hitam, selengkapknya berikut ini.

Pelaku Esports

  • NRG Esports

Tim yang merambah game bergenre FPS seperti Apex Legends, Call of Duty, dan Fortnite ini bersuara mendukung gerakan BLM. Kedua pemilik tim, yakni Hector “H3cz” Rodriguez dan Andy Miller, secara personal memberikan donasi kepada asosiasi yang menangani kisruh protes di Amerika.

Selanjutnya, mereka juga memperbesar jalur donasi dengan mengumumkannya melalui Twitter tim NRG, dan dalam postingannya terdapat donasi yang langsung diserahkan ke keluarga Geroge Floyd.

  • FaZe Clan

Mereka dikenal sebagai tim yang cukup keras jika para anggoanya ada yang terbukti melakukan tindakan rasis, dan keputusan mereka mendukung BLM seperti bukti kalau FaZe Clan punya solidaritas terhadap isu yang sama.

Melalui kicauan di Twitter resmi tim, mereka menegaskan bahwa bakal membela para demonstran yang berjuang untuk menghapus tindakan rasis dan kekerasan sistemik yang selama ini belum terselesaikan.

  • Team Liquid

Mereka menomorduakan urusan esports terlebih dahulu dan mengajak para penggemarnya untuk berdiri tegak mendukung pengunjuk rasa di Amerika. Tim finalis The International 2019 ini berpendapat, warga Amerika punya hak untuk hidup damai dan tidak dihantui rasa takut atas warna kulit.

  • Rogue Esports

Kalau yang lain mendukung lewat media sosial, Rogue Esports langsung bergerak lewat donasi yang diberikan melalui Black Lives Matter Network. Tim yang dibentuk pada tahun 2016 ini menggelontorkan dana sekitar Rp.70 juta.

Mereka juga mengimbau para penggemar serta pelaku esports lain agar peduli terhadap suara yang sedang digencarkan oleh BLM. Adapun ajakan untuk lebih memperhatikan warga kulit hitam yang sekarang sedang tertindas karena kasus rasisme.

  • Cloud9

Jack Etienne selaku pemilik tim, memperlihatkan kepeduliannya terhadap kasus rasisme yang menimpa warga kulit hitam Amerika. Dirinya berkampanye, kesetaraan warna kulit merupakan hal penting.

  • Taylor “Ninja” Blevins

Seorang streamer kawakan game Fortnite ini punya caranya sendiri untuk membuka mata dunia tentang kasus rasisme yang sedang terjadi di Amerika. Ninja memang aktif ikut gerakan BLM, dia mengungkapkan kasus penahanan salah satu wartawan kulit hitam bernama Omar Jimenez.

Kemudian, Ninja menyebarluaskan masalah lain yang perlu diperhatikan terkait rasisme di Amerika. Pria kelahiran 5 Juni 1991 itu terbilang sering menanggapi kasus-kasus serupa agar khalayak tahu kondisi yang sedang terjadi.

  • Michael “Shroud” Grzesiek

Streamer aktif Mixer dan mantan punggawa Cloud9 ikut menyerukan suaranya perihal rasisme di Amerika. Baginya, seseorang tidak seharusnya diperlakukan berbeda berdasarkan warna kulit. Mulai saat ini, Shroud memilih untuk mendengar, belajar, mengerti, dan mendukung pergerakan BLM.

Industri Game

  • Nintendo

Mereka mengungkapkan belasungkawanya kepada George Floyd dan seluruh warga Amerika yang tertindas karena rasisme lewat akun Twitter resminya, sebagai salah satu perusahaan game terbesar, Nitendo sekaligus mengajak para pengikutnya untuk menyuarakan kesetaraan warna kulit, khususnya di Amerika.

  • Sony Interactive Entertainment

Melalui satu produk konsol paling diminati publik, PlayStation, menunjukkan solidaritasnya terhadap gerakan BLM. Mereka sempat menunda acara peluncuran game PS5. Menurut mereka, dunia belum perlu tahu keberadaan konsol generasi terbarunya, sebab, yang lebih penting adalah untuk menyadari bahwa tindakan rasis masih ada di dunia, dan kita semua perlu mengecam itu.

  • Activision

Guna ikut menyuarakan perjuangan gerakan BLM di Amerika, Activision menunda perilisan season 4 dari Call of Duty: Warzone. Mereka juga menampilkan pesan para pejuang yang terletak di tampilan layar ketika dalam proses loading.

  • Xbox

Secara terang-terangan, perusahaan di bawah naungan Microsoft, yakni Xbox, turut membela perjuangan komunitas kulit hitam dan mengajak para penggemar, kreator, kolega, dan warga Amerika lainnya, untuk berada dalam satu barisan menuntut keadilan.

  • Electronic Arts

Perusahaan yang melahirkan game FIFA ini, menyalurkan sumbangan sebesar satu juta dolar Amerika kepada Equal Justice Initiative dan NAACP. Kemudian, berjanji bakal melipatgandakan donasi yang diberikan oleh para pekerja EA untuk kedua organisasi tadi.

  • Ubisoft

Penerbit game Assassin’s Creed ini bahkan memberikan akses kepada para pemainnya yang ingin berdonasi, sebelumnya, Ubisoft juga sudah menyumbangkan 100 ribu dolar Amerika untuk NAACP dan BLM.

  • Naughty Dog

Terhitung, ada lima organisai anti-rasisme yang menerima dana dari Naughty Dogs, kelimanya adalah American Civil Liberties Union Foundation, Northside Achievement One, Lawyer’s Committee for Civil Rights Under Law, dan Race Forward. Pengembang dari game The Last of Us ini diketahui menyumbang donasi sebanyak 100 ribu dolar Amerika ke lima organisasi tersebut.

  • Riot Games

Melalui akun Twitter resminya, pemilik game League of Legends, Riot Games, membuka jalur donasi untuk organisasi yang menentang rasisme, dan komunitas lokal yang berfokus pada seorang pemilik usaha yang berkulit hitam.

Disebut-sebut, mereka akan menyesuaikan sumbangan dana senilai 1000 dolar Amerika per pekerja Riot Games. Nantinya, dana ini disumbangkan kepada organisasi yang telah mereka tentukan.

Perlu diketahui, IGL Big League Season 2 berlangsung setiap akhir pekan, tepatnya hari Jumat-Sabtu-Minggu, seluruh pertandingan untuk FIFA 20 Kick Off, FUT CUP, dan eFootball PES 2020 dapat kalian tonton secara Live Streaming di kanal YouTube dan Twitch IGL.

Ikuti perkembangan turnamen yang diselenggarakan oleh Indonesia Gaming League (IGL), lewat aplikasi resmi IGL yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store. Kemudian, pantau terus kabar lebih lanjut kompetisi-kompetisinya di akun Instagram IGL.